Penyakit Amandel pada Orang Dewasa

Sumber: www.AnneAhira.com

Amandel merupakan salah satu organ yang terdapat dalam tubuh manusia. Berada di kedua ujung belakang lipatan mulut. Nama lain amandel adalah tonsil. Amandel yang merupakan kumpulan jaringan limfoid, salah satu sistem proteksi tubuh, berfungsi mencegah agar infeksi tidak menyebar ke seluruh tubuh dengan cara menahan kuman memasuki tubuh.

Kondisi tubuh tidak fit dan banyaknya kuman yang berasal dari virus atau bakteri berlebihan, membuat kinerja amandel terganggu sehingga mengakibatkan radang. Radang atau penyakit amandel tidak hanya dialami anak-anak. Penyakit amandel pada orang dewasa pun sering terjadi.

Tonsilitis

Jika kelenjar amandel meradang, dunia kedokteran menyebutnya tonsilitis. Secara umum, bisa menyebabkan pasien tidak bisa menelan dan agak susah bernapas. Tonsilitis yang merupakan salah satu gangguan THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan), dapat bersifat akut atau kronis.

Jika peradangan amandel terjadi berkisar antara 4-6 hari, masih dalam batas akut yang tidak parah. Namun, jika peradangan terjadi secara terus-menerus, berulang-ulang dan berlangsung lama, harus mendapatkan penanganan serius karena sudah masuk tahap peradangan kronis.

Radang Amandel Akut

Radang amandel akut biasanya disebabkan oleh bakteri dan virus. Bakteri yang dapat menyebabkan radang amandel berupa streptokokus beta hemolitikus grup A, haemophilus influenza, dan bakteri dari golongan pneumokokus dan stafilokokus.

Tanda yang dapat dilihat pada penderita radang amandel akut yaitu adanya bercak abu-abu atau kekuningan pada permukaan kelenjar amandel. Bercak-bercak tersebut diakibatkan oleh penumpukan leukosit, sel epitel yang mati, juga kuman-kuman baik yang hidup dan yang telah mati.

Tanda-tanda Radang Amandel

Tanda-tanda terkena radang amandel biasanya timbul rasa sakit tenggorokan ringan hingga parah, sakit ketika hendak menelan makanan, dan terkadang disertai muntah. Radang juga dapat menyebabkan amandel bengkak, panas, gatal, sakit pada otot dan sendi, nyeri pada seluruh badan, kedinginan, sakit kepala, dan sakit pada telinga.

Kinerja kelenjar getah bening kita ikut melemah dibuatnya serta bagian belakang tenggorokan terasa seperti mengerut hingga susah untuk menelan.

Penanganan Amandel

Biasanya, penanganan radang amandel akut dilakukan melalui jalan operasi atau pembedahan. Namun, tak perlu khawatir. Bila pembengkakan amandel tidak terlalu besar dan tidak sampai menghalangi jalan pernapasan, tidak perlu dilakukan operasi. Bila yang terjadi sebaliknya dan bertambah parah, sebaiknya dilakukan operasi karena khawatir akan terjadinya komplikasi.

Seperti halnya penyakit kanker, bila masih berada dalam stadium 1 atau 2, masih bisa dilakukan pengobatan dan kemoterapi. Begitu pun radang amandel. Bila masih dalam tahap stadium T1 dan T2, tidak perlu dilakukan operasi, cukup dilakukan pengobatan. Operasi diperlukan jika radang amandel telah memasuki staduim T4.

Perawatan, Pencegahan, dan Pengobatan Radang Amandel

  1. Harus banyak minum air dan cairan dalam jumlah cukup, seperti sari buah selama demam.
  2. Istirahat yang cukup, kompreslah leher menggunakan air hangat setiap hari.
  3. Hindari meminum air es, es krim, sirop, makanan dan minuman yang didinginkan, makanan kemasan yang diasinkan, manisan, dan gorengan.
  4. Berkumurlah dengan air garam hangat sebanyak 3-4 kali sehari.
  5. Bila demam belum reda, analgetik (parasetamol) dapat diberikan.
  6. Jika radang amandel disebabkan oleh bakteri, antibiotik harus diberikan. Antibiotik yang diberikan jenis penisilin dan eritromisin dan diberikan pada penderita selama 5 sampai 10 hari.
  7. Berikan obat khusus radang amandel, yaitu lamandel. Lamandel terbuat dari bahan alami tanpa campuran zat kimia karena terbuat dari temulawak, daun pegagan, dan pecut kuda. Bagi yang tidak menyukai bentuk serbuk, bisa memakai dalam kemasan botol atau cairan. Lamandel sebaiknya dikonsumsi 3 kali sehari untuk hasil optimal.
About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: